some_text
News Sport Gaya Hidup selebritis

7 Negara Yang Pernah Menjajah Indonesia Dulu Hingga Sekarang

Advertisemen  

Sejak zaman dahulu kala, kepulauan-kepulauan di Nusantara telah dikenal oleh dunia sebagai negeri yang kaya raya. Maka tak heran jika sejak dulu, beberapa bangsa di dunia pernah melakukan praktik kolonialisme dan penjajahan di nusantara ini karena tergiur dengan kekayaan alamnya yang sangat melimpah. 

namun hingga sekarang penjajahan masih berlaku dan ada di indonesia , jika dulu bermain dengan senjata dan sekarang  penjajahan berupa ekonomi dan politik.

Berikut ini adalah negara-negara yang menjajah indonesia dulu hingga sekarang

1. 1509 - 1595 M : Portugis hanya menjajah Maluku, dan berhasil diusir tahun 1595.

Bangsa Portugal dahulu nya bernama Portugis. Pada tahun 1512 seorang pelaut Portugis bernama Fransisco Serrao berhasil berlayar menuju kepulauan Maluku. Pada awalnya, raja Ternate menyambut baik kedatangan bangsa Portugis tersebut ke Maluku. Bahkan Portugis diizinkan untuk mendirikan benteng di Ternate.

Namun pada akhirnya, hubungan dagang antara Ternate-Portugis diputuskan karena Portugis mulai melakukan praktek monopoli tak sehat terhadap perdagangan rempah-rempah di Maluku. Sehingga bangsa Portugis di desak kembali dan hubungan dagang di putuskan sejak saat itu.

        
2. 1521 - 1692 M : Spanyol hanya menjajah Sulawesi Utara, dan berhasil diusir tahun 1692.



Pada awalnya, bangsa Spanyol melakukan koalisi dengan Kerajaan Tidore untuk melawan Kerajaan Ternate (yang bersekutu dengan Portugis). Namun pada akhirnya, untuk mencegah kerugian yang lebih besar pada pihak Spanyol dan Portugis. Dideklarasikanlah perjanjian Saragosa pada tahun 1538 yang isinya antara lain pernyataan bahwa Portugis memperoleh Kepulauan Maluku dan Spanyol memperoleh wilayah Filipina.

Kemudian pada tahun 1960 Spanyol mendirikan pos - pos pertahanan di Manado. Namun pada awal tahun 1600 , tepatnya 1617 - 1646 Spanyol diusir dari Minahasa (Sulawesi Utara). Dan akhirnya pada tahun 1692 Spanyol berhasil sepenuhnya diusir dari Sulawesi Utara.



     3. 1602 - 1942 M : Belanda menjajah seluruh Indonesia, dan berhasil diusir tahun 1942, tetapi datang kembali tahun 1945, setelah Jepang pergi dan tahun 1949 Belanda mengakui kedaulatan Indonesia.

Sejak awal tahun 1602 Belanda secara perlahan-lahan menjadi penguasa wilayah Nusantara dahulu yang kini adalah Indonesia, Belanda memanfaatkan perpecahan yang terjadi diantara kerajaan yang terpecah akibat runtuhnya kerajaan terbesar di Indonesia yakni Majapahit.

Kolonialisasi Belanda di Indonesia diperkirakan mencapai 350 tahun atau sekitar 3 setengah abad. Namun dalam kolonialisasinya tidak mencakup seluruh wilayah di Indonesia, melainkan hanya wilayah yang berada di beberapa wilayah Sumatera, Jawa, Sulawesi dan Papua saja. Contohnya saja Kerajaan Aceh yang senantiasa melakukan perlawanan untuk menolak pengaruh VOC di tanah Aceh.
VOC (Verenigde Oostindische Compagnie) sendiri adalah sebuah lembaga dagang yang berpusat di Kota Batavia dan diberi hak monopoli dagang oleh pemerintah Belanda. VOC sebagai wakil Belanda di Hindia-Belanda mempunyai beberapa hak khusus seperti mencetak uang sendiri, memiliki tentara, mengangkat pegawai, membentuk pengadilan, menduduki daerah asing dan melakukan perjanjian dengan raja-raja pribumi. 

Pada perkembangan selanjutnya, VOC mulai ikut campur dalam pemerintahan kerajaan-kerajaan di Nusantara. Tidak sampai disitu, kebijakan-kebijakan VOC dinilai menindas rakyat pribumi. Sehingga, rakyat di beberapa daerah mulai melakukan perlawanan kepada VOC. Pada abad ke-18 VOC mengalami kemunduran, kemunduran yang dialami VOC umumnya diakibatkan oleh banyaknya perlawanan senjata yang dilakukan rakyat Nusantara dan korupsi yang merajalela dikalangan pegawai VOC. 

Akhirnya pada tanggal 31 Desember 1799, VOC secara resmi dibubarkan oleh pemerintah Belanda. Dan sejak saat itu Indonesia berada di bawah kekuasaan pemerintah Belanda secara langsung yang diwakili oleh beberapa gubernur jendral seperti Daendels dan Janssens.

4. 1806 - 1811 M : Perancis secara tidak langsung menguasai Jawa, karena kerajaan Belanda takluk pada kekuatan Perancis. Berakhir pada tahun 1811, saat Inggris mengalahkan kekuatan Belanda-Perancis di Pulau Jawa.

Jenderal Daendels yang berada di Hindia Belanda, dia memang orang Belanda tetepi bekerja untuk kerajaan Prancis dibawah kekuasaan Raja Napoleon. Dan awal mula dia dikirim ke Indonesia adalah untuk melindungi negeri jajahan Belanda, yang saat itu berubah menjadi Republik Bataav, dari serangan Inggris.

Bukti lain bahwa Indonesia pernah dijajah Prancis adalah beredarnya mata uang dengan inisial huruf ‘LN’ yang merupakan singkatan dari penguasa Prancis saat itu, Louis Napoleon.

5. 1811 - 1816 M : Inggris, Kapitulasi Tungtang adalah penjanjian berisi penyerahan Pulau Jawa dari Belanda kepada Inggris. Lalu pada tahun 1816, pemerintah Inggris resmi berakhir menguasai Indonesia.



Pemerintahan Inggris setelah berkuasa langsung mengangkat Thomas Stamford Raffles sebagai gubernur jendral di Indonesia pada tanggal 17 September 1811. Pemerintahan Raffles di Indonesia membawa banyak sekali perubahan, diantaranya adalah penghapusan sistem monopoli, menghapus perbudakan, membagi Pulau Jawa menjadi 16 karesidenan, penulisan buku "The History of Java", dan beberapa perubahan lain. 

Pada tahun 1814 dilakukanlah Konvensi London yang isinya pemerintah Belanda berkuasa kembali atas wilayah jajahan Inggris di Indonesia. Lalu baru pada tahun 1816, pemerintahan Inggris di Indonesia secara resmi berakhir. Dan sejak saat itu, Belanda kembali berkuasa di Indonesia hingga tahun 1942.


6. 1942 - 1945 M : Jepang menjajah Indonesia 3,5 tahun,dan berakhir pada 1945, sejak kekalahan Jepang kepada sekutu.



Sejak tahun 1868, Jepang melakukan berbagai modernisasi besar-besaran yang dikenal dengan Restorasi Meiji. Dan sejak saat itu Jepang telah menjadi negara industri yang sangat modern.

Pada tahun 1941 Jepang menyerang Pearl Harbor dan sejak saat itu Jepang dan Amerika Serikat mulai terlibat dalam perang dunia ke-2. Untuk membiayai mesin-mesin perang dan industri agar tetap berjalan, maka Jepang melakukan invasi ke beberapa daerah yang kaya bahan mentah termasuk Indonesia.

Tahun 1942 Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang dalam sebuah perjanjian di daerah Kalijati. Sejak saat itu, berakhirlah masa penjajahan Belanda di Indonesia dan digantikan oleh Jepang. Jepang sendiri menjajah Indonesia hanya dalam waktu 3,5 tahun dan berakhir pada tanggal 17 Agustus 1945 yaitu tepat saat proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Itulah daftar 6 negara yang tercatat pernah menjajah Indonesia. Pemerintah penjajah sebenarnya juga berjasa dalam pembangunan beberapa fasilitas umum seperti jalan, jembatan, perkebunan, rel kereta api, saluran irigrasi, dan beberapa fasilitas lain. Namun penjajahan tetap saja harus dihentikan karena banyak menimbulkan penderitaan bagi rakyat indonesia.


7. cina mulai menjajah melalui ekonomi hingga politik


Orang-orang Cina mereka sudah menguasai hampir seluruh asset ekonomi Indonesia. Bahkan, boleh dikatakan orang-orang Cina sudah mengusai Indonesia dari Sabang sampai Marauke.
Mereka sejak zamannya Soeharto hingga SBY selalu banyak mendapat kemudahan dari perbankan, dan akhirnya memeras rakyak dengan cara menaikan harga dagangannya, demi mendapatkan keuntungan berlipat-lipat, sehingga membuat rakyat bangkrut dan menjadi kere.
Bahkan, orang-orang Cina mendapatkan berkah, saat Indonesia dibawah Presiden Abdurrahman Wahid. Di mana eksistensi orang-orang Cina mendapatkan pengakuan secara politik dengan dilegalkannya agama Kong Huchu menjadi agama resmi di Indonesia.
Kebobrokan dan kehancuran moral  dan sosialpun selalu di mulai oleh orang-orang Cina. Seperti misalnya kebiasaan menyuap dan menyogok pejabat pemerintah, minum minuman keras, narkoba, sex bebas, ini bagian dari pola hidup mereka. Banyak para ‘cukong’ narkoba yang tertangkap, tak lain,  orang Cina. Mereka yang ditangkap dan dipenjara masih bisa mengendalikan bisnis narkobanya di balik jeruji besi.
Saat ini sudah banyak orang Cina yang menjadi pegawai negeri, dan mereka selalu melakukan kecurangan dan mementingkan kelompoknya, biasanya mereka menjadi pegawai, negeri karena memiliki keahlian tertentu misalnya dokter, tenaga teknis, dan lainnya.



Setelah seluruh lini strategis terkuasai berikutnya mereka akan melakukan percepatan masuk ke dunia politik. Dimulai dengan melakukan dukungan materi kepada para kandidiat legislative, menjadi cukong pejabat yang masih aktif ataupun mencoba menjadi Kepala Daerah.                                 
Contoh didalam dunia politik adalah Ahok, lulusan jurusan Geologi universitas Trisakti, (Universitas yg sempat di dominasi orang Cina), kemudian menjadi anggota legislatif dan bupati di daerah mayoritas Cina (Bangka Belitung). Termasuk di Kalimantan Barat, gubernunya juga orang Cina.
Saat ini kekuatan Cina internasional mendorong agar tokoh mereka (Ahok) menjadi gubernur DKI Jakarta, sesudah Jokowi didorong menjadi calon presiden. Skenario ‘cukong’ Cina ini dengan menggunakan media seperti Kompas, dan sekuler lainnya, tujuannya DKI Jakarta yang menjadi ibukota dan pusat ekonomi, jatuh ke tangan orang-orang Cina. Nantinya, akan disulap menjadi Singapura.
Strategi politik jangka panjang berikutnya adalah bila  Ahok dapat menjadi wakil gubernur di DKI, dan Joko widodo disingkirkan di tahun 2014. Dengan kata lain pada tahun 2014 Ahok sudah menjadi Gubernur orang-orang Cina yang menguasai  Ibu kota Negara Indonesia.
Sekarang para cukong Cina yang dahulunya mendukung rezim Soeharto seperti Hary Tanoe sudah menjadi calon presiden melalui Hanura yang dipimpin Jendral Wiranto, orang kepercayaan Soeharto.
Bahkan, sebuah informasi yang sifatnya 'inside' pernah rapat kabinet di Cikeas, membahas "Pembangunan Indonesia Timur dan Papua", ternyata yang memberikan arahan bukan Presiden SBY, dan yang keluar dari ruang dalam Cikeas, adalah Tomy Winata, dan memberikan pengarahan dan presentasi di depan para menteri dan pejabat setingkat menteri. Betapa para "cukong" Cina sudah masuk sampai ke Istana.
Begitu pula bos Lion Air, Rusdi Kirana, sudah “mentake over” PKB dari tangan Muhaimin Iskandar, dan didudukan sebagai Wakil Ketua Umum. Dua orang Cina Hary Tanoe dan Rusdi Kirana, sudah masuk ke ranah politik.
Sesudah sukses menggenggam 80 persen asset ekonomi Indonesia, sekarang mereka masuk ke ranah  politik, sebagai bagian akhir pengusaaan terhadap Indonesia. Tujuannya menjadikan bangsa Indonesia atau kaum pribumi, sebagai “kuli dan jongos” di negerinya sendiri.
Secara faktual orang-orang Cina sudah melakukan penjajahan ekonomi bangsa Indonesia. Hal ini tergambar dengan adanya fakta-fakta dibawah ini :
  • Semua Mal Mal di setiap kota di Indonesia hampir 100 persen milik orang Cina.
  • Importir barang barang kebutuhan pokok (Beras, Gula, Daging, Kedelai) juga orang Cina.
  • Eksportir hasil bumi keluar negeri adalah orang Cina.
  • Pemilik toko dan tengkulak di desa desa juga orang Cina.
  • Pemilik pabrik pabrik dan pengusaha besar orang Cina. 
  • Pendukung semua presiden sejak Zaman Suharrto, Habibie,Gusdur,Megawati dan Sulsilo  Bambang Yudhoyono dibelakangnya pengusaha cina yang menjadi dalang ekonominya. 
  • Media cetak dan elektronik (TV) yang besar besar milik orang Cina. 
  • Artis dan pembawa acara di televisipun sudah banyak orang Cina. 
  • Koruptor kelas kakap yang tertangkap KPK umumnya Cina yang menyuap para pejabat. 
  • Menteri dan pengamat politikpun juga sudah mulai bermuculan dari orang 
    Cina seperti Marie Elka Pangestu.
  • Pengemplang BLBI Rp 650 triliun, yang lari ke Singapura juga orang Cina. 
  • Daerah daerah di Jakarta seperti, Jakarta Barat, Jakarta Utara dan sebagian Jakarta Pusat saat ini sudah di kuasai orang Cina, warga pribumi, termasuk Betawi, sudah tersingkir ke daerah daerah Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Depok dan Tanggerang. 
  • Perkantoran di gedung gedung  mayoritas di Jalan Thamrin, Sudirman, Kuningan, juga miliki Cina dan karyawannyapun cina. 
  • Toko toko Elektronik, onderdil motor dan bengkel, toko  Matrial bangunan dan Distributor bahan pokok juga umumnya orang Cina.
  • Banyak warga cina yang memiliki senjata api.
Fakta-fakta diatas adalah gambaran yang bisa di tuliskan dengan panjag, dan masih banyak lainnya yang belum di masukan, oleh karena itu kepada seluruh warga Negara Indonesia untuk dapat memulai dan melakukan gerakan melawan kekuatan Cina yang sedang menjajah Indonesia yang suatu saat kelak akan memproklamirkan sebagai bagaian dari Cina internasional di perantauan.
Kekuatan Cina baru ini akan menyerap semua kemampuan ekonomi rakyat Indonesia dan sumber daya alam yang akan di arahkan ke Cina sebagai sumber alam yang mendukung bangsa Cina menguasai dunia.
Seperti halnya, Singapura dahululnya mayoritas Melayu, tapi sekarang menjadi mayorita Cina. Termasuk Malaysia sekarang orang-orang Cina sudah sangat mapan, dan jumlah sudah mencapai 40 persen. Mereka juga menguasai ekonomi Malaysia.
Negara Indonesia dan bangsa Indonesia sudah berada di tangan orang-orang Cina. Pemerintahannya sudah  tidak berdaya menghadapi ekspansi orang-orang Cina, dan mereka masuk ke dunia politik dengan menunggangi partai politik, seperti Hanura dan PKB. Bahkan, nanti orang Cina, bukan hanya menjadi presiden, tapi gubernur, bupati, dan walikota.



Advertisemen  

BERLANGGANAN VIA EMAIL

Dapatkan Artikel Terbaru Dari Source World Melalui Email Anda.